Timika, Torangbisa.com – Maraknya kasus kekerasan di Kabupaten Mimika mendapat perhatian serius dari Kapolres Mimika, AKBP Alredo A. Rumbiak. Ia menegaskan kepolisian akan terus mengejar dan menindak para pelaku kekerasan yang meresahkan masyarakat.
“Kita akan terus kejar pelakunya. Karena ini sudah terlalu banyak kasus-kasus penganiayaan seperti ini di sini,” ujar Alredo saat ditemui wartawan, Rabu (7/10/2026).
Alredo menilai kekerasan saat ini seolah menjadi respons yang mudah dipilih sebagian orang ketika menghadapi persoalan. Mulai dari pemukulan, pengeroyokan hingga tindakan yang berujung pada hilangnya nyawa.
“Sebentar-sebentar potong, sebentar-sebentar keroyok, bunuh. Sudah mukulin orang pun seperti maniak,” katanya.
Menurut Alredo, persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan melalui penindakan hukum. Masyarakat juga perlu melihat faktor yang membentuk perilaku seseorang sejak dalam lingkungan keluarga.
Ia menyoroti pola asuh orang tua sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, cara orang tua mendidik dan mendisiplinkan anak dapat memengaruhi bagaimana seorang anak menyikapi kemarahan dan konflik ketika tumbuh dewasa.
“Kalau menurut saya, pembinaan orang tua dari kecil yang salah,” ungkapnya.
Ia mengatakan, masih ada orang tua yang ketika marah kepada anak menggunakan cara-cara keras. Tanpa disadari, pola tersebut dapat membuat anak menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang wajar untuk melampiaskan emosi.
“Kalau kasih marah anak, itu keras. Momen-momen hal-hal seperti itu menanamkan ke anak, marah itu keras. Kalau marah itu harus pukul,” jelasnya.
Karena itu, Kapolres Mimika mengajak para orang tua untuk mengubah pola pengasuhan dengan pendekatan yang lebih positif. Menurutnya, pencegahan kekerasan harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama sejak anak masih berada pada usia dini.
“Harus dimulai dari pendidikan di usia anak-anak kecil, jangan sampai seperti itu lagi. Edukasi orang tua ini, harus bagaimana cara-cara membesarkan anak dengan hal yang positif,” pesannya.
Alredo menegaskan, menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bukan hanya tugas kepolisian. Keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia berharap orang tua dapat menjadi contoh bagi anak dalam mengelola emosi dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. Dengan demikian, kebiasaan menggunakan kekerasan tidak terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Marah tidak harus memukul. Cara mendidik anak hari ini akan menentukan bagaimana mereka menghadapi persoalan di masa depan,”ucap Kapolres.















