Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Alama, Ruben Dolame, memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan di wilayahnya saat diwawancarai awak media di Hotel Grand Tembaga, Timika, Rabu (25/02/2026).
Ruben menjelaskan, kondisi geografis Distrik Alama yang berada di wilayah pegunungan membuat akses transportasi menjadi tantangan utama. Hingga saat ini, jalur menuju Alama hanya dapat ditempuh melalui transportasi udara.
“Naik ke Alama harus lewat udara. Tidak ada jalan darat maupun laut. Biayanya tentu tinggi,” ujarnya.
Menurut Ruben, keterbatasan akses tersebut berdampak pada berbagai sektor, mulai dari listrik, kesehatan, hingga pendidikan.
Karena itu, pemerintah distrik menetapkan sejumlah program prioritas yang akan diperjuangkan pada tahun anggaran 2026.
Ia menegaskan, program prioritas utama Distrik Alama adalah penyediaan air bersih (PANILI), penerangan listrik, serta pembangunan fasilitas MCK bagi masyarakat.
“Air bersih dan penerangan itu kebutuhan dasar. Itu yang menjadi prioritas kami di distrik,” katanya.
Selain itu, pembangunan jalan antar kampung juga menjadi perhatian serius. Distrik Alama memiliki tujuh kampung yang membutuhkan akses penghubung memadai dari ibu kota distrik.
Ruben juga menyoroti kebutuhan pembangunan satu unit jembatan yang menghubungkan ibu kota distrik dengan tujuh kampung. Selama ini, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat dari kayu untuk menyeberangi sungai.
“Kalau banjir, jembatan kayu itu hanyut. Airnya deras karena keluar dari bebatuan. Ini berbahaya bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, baik untuk berkebun maupun menuju kampung tetangga.
Selain infrastruktur dasar, Pemerintah Distrik Alama juga mengusulkan pembangunan kantor distrik yang representatif serta rumah jabatan bagi kepala distrik dan para kepala kampung.
Menurut Ruben, kantor distrik yang ada saat ini sudah tidak layak dan lokasinya kurang strategis karena terlalu dekat dengan permukiman warga.
“Harus dibangun kantor yang layak dan ditempatkan di lokasi yang aman dan tertata, supaya pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” ujarnya.
Terkait situasi keamanan, Ruben memastikan bahwa Distrik Alama dalam kondisi aman dan kondusif untuk pelaksanaan pembangunan.
“Distrik kami termasuk aman. Kalau ada rencana pembangunan, tentu sudah melalui perencanaan dan mempertimbangkan aspek keamanan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh program prioritas yang telah diusulkan dapat direalisasikan secara bertahap demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Distrik Alama.
“Semuanya demi masyarakat. Supaya mereka bisa hidup lebih baik dengan fasilitas yang memadai,” tutupnya.













