Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Kadis Prindakop Morotai Tarik Baju Wartawan Usai Paripurna, Tak Terima Diberitakan

×

Kadis Prindakop Morotai Tarik Baju Wartawan Usai Paripurna, Tak Terima Diberitakan

Sebarkan artikel ini
Kadis Prindakop Morotai saat menarik baju seorang wartawan (Foto: Istimewa)

Morotai, Torangbisa.com — Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Prindakop) Kabupaten Pulau Morotai, Samsul Bahri, menarik baju seorang wartawan di bagian leher usai rapat paripurna DPRD Pulau Morotai ditutup, Kamis (3/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di kantor DPRD Pulau Morotai. Samsul Bahri disebut tidak terima dengan pemberitaan yang sebelumnya diterbitkan oleh wartawan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Wartawan berinisial AB menjelaskan, berita yang diterbitkan telah sesuai dengan hasil wawancara.

Menurutnya, apabila terdapat informasi yang dianggap tidak benar, seharusnya pejabat memberikan klarifikasi secara baik, bukan dengan membentak ataupun melakukan tindakan fisik.

“Berita sesuai hasil wawancara. Kalau merasa itu tidak benar, yang dilakukan adalah klarifikasi, bukan membentak. Saya ditarik bajunya di bagian leher, seperti mau dipukul,” ujar Aril.

Menurut Aril, tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya mampu menerima kritik maupun pemberitaan media.

Dalam kejadian itu, Samsul Bahri berteriak dengan nada tinggi sembari menarik baju wartawan pada bagian leher, dengan gerakan yang terlihat seperti hendak memukul.

“Seorang pejabat kok moralnya seperti itu,” tegas Aril.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian publik. Sikap pejabat yang melakukan tindakan terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik dinilai perlu dievaluasi secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

Publik menilai, apabila seorang pejabat tidak menerima pemberitaan media, langkah yang semestinya ditempuh adalah memberikan hak jawab atau klarifikasi, bukan melakukan tindakan yang dapat dianggap sebagai intimidasi terhadap wartawan.

Bahkan, muncul desakan agar pejabat tersebut dievaluasi, termasuk mempertimbangkan pemberhentian dari jabatan apabila terbukti melakukan pelanggaran etika sebagai pejabat publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Samsul Bahri belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Peristiwa

Puncak, Torangbisa.com – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polres Puncak berhasil menangkap seorang pria berinisial PW (32), yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pembakaran fasilitas camp milik PT Unggul di Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Pada 11 Februari 2021.

Peristiwa

Maybrat, Torangbisa.com – Jumat, 16 Oktober 2026. Tim gabungan satgas TNI di maybrat yang terdiri dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Satgas Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, dan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB berhasil mendapatkan satu pucuk senjata laras panjang organik jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Goa Ayata, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (16/10/2026).