Peristiwa

Jenazah Almarhum Jori Murib Dibakar, Sekda Puncak: Ini Jenazah Terakhir, Setelah Itu Fokus Rekonsiliasi Menuju Perdamaian

×

Jenazah Almarhum Jori Murib Dibakar, Sekda Puncak: Ini Jenazah Terakhir, Setelah Itu Fokus Rekonsiliasi Menuju Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Proses pembakaran jenazah Jori Murib disaksikan oleh Sekda Puncak, Nenu Tabuni, keluarga korban dan pihak keamanan (foto: Riki/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Jenazah Jori Murib korban pembunuhan dengan kondisi puluhan panah tertancap dibadan pada hari minggu lalu akhirnya diambil alih oleh pihak keluarga dan Pemerintah Kabupaten Puncak untuk dibakar.

Proses pembakaran jenazah berlangsung di perbatasan wilayah antara kedua kubu yang bertikai, setelah melalui koordinasi panjang antara keluarga dan Pemkab Puncak.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Sebelumnya terjadi penolakan terhadap jenazah  baik dari kubu atas maupun kubu bawah, sehingga jenazah tersebut disimpan di kamar jenazah di RSUD Mimika selama kurang lebih 3 hari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni mengatakan bahwa proses pembakaran jenazah korban konflik di Distrik Kwamki Narama merupakan akhir konflik menuju tahapan perdamaian yang diarahkan langsung oleh pimpinan daerah dan aparat keamanan tingkat provinsi.

Menurut Nenu, langkah tersebut bukan hanya keputusan dua kabupaten, melainkan merupakan perintah langsung dari Gubernur Papua Tengah, Kapolda, Dandrem, serta Kepala BIN Daerah (Kabinda).

“Ini atas perintah Gubernur Papua Tengah, Kapolda, Dandrem dan Kabinda. Jadi bukan hanya perintah dua kabupaten Mimika dan Puncak. Kami sudah berkoordinasi dengan atasan kami,” ujar Nenu Tabuni di Timika, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, pimpinan daerah dan unsur keamanan telah mengarahkan Bupati Mimika, Bupati Puncak, Kapolres, dan Dandim untuk melakukan negosiasi dengan keluarga korban. Negosiasi tersebut mencakup proses pemakaman hingga pembakaran jenazah secara adat.

“Mulai dari kemarin kami lakukan negosiasi dengan keluarga, dan hari ini berhasil dilakukan pembakaran jenazah secara adat,” katanya.

Nenu mengungkapkan bahwa arahan utama dari pimpinan adalah terciptanya perdamaian. Menurutnya, perdamaian memiliki sejumlah tahapan adat yang harus dihormati oleh kedua belah pihak agar konflik tidak kembali terulang.

“Dengan adanya prosesi Yeri ini, konflik antar kelompok harus dinyatakan selesai dan aman. Jangan sampai terjadi perang suku lagi,” tegasnya.

Ia menyebutkan, total korban dalam konflik tersebut mencapai 11 orang, terdiri dari 10 korban laki-laki dan satu korban perempuan. Dengan dilaksanakannya pembakaran jenazah terakhir, keluarga dan pemerintah telah sepakat untuk mengakhiri seluruh rangkaian konflik.

“Orang di luar bisa menertawakan kita, tapi kita orang Puncak harus bertobat sekarang. Keluarga dan pemerintah sudah sepakat, ini jenazah terakhir,” ujarnya.

Nenu juga menyampaikan bahwa sejak awal konflik dirinya selalu berada di Timika untuk memastikan proses pemerintahan dan keamanan berjalan dengan baik, bersama Camat Kwamki Narama dan unsur terkait lainnya.

Ia meminta kepada kedua belah pihak untuk menghargai kehadiran pemerintah dan aparat keamanan yang telah bekerja keras mengamankan situasi hingga proses pembakaran jenazah selesai.

“Kalau besok ada tindakan lain, itu cerita lain. Itu oknum perang dan akan kami proses hukum,” tegasnya.

Dengan selesainya pembakaran jenazah, lanjut Nenu, pemerintah bersama aparat keamanan akan melanjutkan pembicaraan terkait tahapan perdamaian secara menyeluruh.

“Semua keluarga sudah siap dan sepakat menerima apa yang pemerintah dan pihak keamanan sampaikan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Sekda Puncak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI-Polri atas dukungan penuh dalam menjaga keamanan serta membantu pemerintah dan keluarga hingga seluruh proses adat dapat diselesaikan dengan aman.

“Terima kasih kepada TNI-Polri yang sudah membantu kami pemerintah daerah dan keluarga, sehingga proses pembakaran jenazah Yeri ini dapat terlaksana dengan baik,” tutup Nenu Tabuni.

Peristiwa

Puncak, Torangbisa.com – Pendekatan humanis yang dijalankan Satgas Yonif 732/Banau kembali membuahkan hasil. Lima pemuda Papua yang sebelumnya tergabung dalam kelompok OPM pimpinan Joni Botak menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Sabtu (3/1/2026).