JAYAPURA, Torangbisa.com – Pembentukan Ikatan Pemuda Kie Raha Maluku Utara di Tanah Papua resmi dideklarasikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong regenerasi generasi muda Maluku Utara yang bermukim di Tanah Papua.
Momentum deklarasi tersebut menjadi perhatian Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) di Tanah Papua. Koordinator TNI–Polri KKMU, Abdul Gani Wildan Bian, mengatakan bahwa gagasan pembentukan organisasi pemuda ini lahir dari keinginan untuk menjaga identitas dan budaya Maluku Utara di tengah kehidupan masyarakat Papua yang multikultural.
Hal itu disampaikan Wildan kepada awak media di sela-sela kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Kota Jayapura, Senin, (17/3/2026).
Menurutnya, inisiatif ini juga dilatarbelakangi pengalaman pribadinya yang telah mengabdi selama 27 tahun di Kepolisian Daerah Papua. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Papua karena keempat anaknya lahir, tumbuh, serta menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi di Jayapura.
“Banyak warga Maluku Utara yang sudah lama menetap di Papua, bahkan ada yang sudah sampai tiga generasi. Tidak sedikit yang merasa Papua adalah rumah kedua mereka,” ujar Wildan.
Ia menjelaskan, populasi warga Maluku Utara yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua cukup besar. Karena itu, diperlukan wadah yang mampu merangkul generasi muda agar tetap mengenal adat istiadat, nilai, dan budaya leluhur Maluku Utara.
Deklarasi tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus pusat KKMU, di antaranya Muhamad Yamin Noch Yustus Maudul selaku Wakil Ketua, Pdt. Delfina Memele, S.Th sebagai Sekretaris Jenderal, serta Husen Tubuku selaku Ketua Harian. Selain itu, hadir pula perwakilan unsur TNI–Polri, pengurus dari 11 pilar kedaerahan Maluku Utara, serta para pemuda yang menyambut antusias pembentukan organisasi tersebut.
Sekretaris Jenderal KKMU, Pdt. Delfina Memele, mengatakan bahwa ke depan KKMU bersama Ikatan Pemuda Kie Raha Maluku Utara akan menjalankan berbagai program kolaborasi sosial dan kebudayaan.
Salah satunya adalah kegiatan pembagian takjil serta agenda silaturahmi dan buka puasa bersama dengan Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai sesepuh dan Sekretaris Daerah Papua selaku pembina paguyuban di Provinsi Papua.
Kegiatan tersebut juga akan melibatkan FORKOM LKN yang menaungi 23 paguyuban di Papua, dan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Maret 2026, di salah satu hotel di Kota Jayapura.
Selain itu, dalam upaya menjaga kelestarian budaya Maluku Utara di Tanah Papua, KKMU juga berencana membentuk sejumlah sanggar tari serta berbagai kegiatan budaya lainnya yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya leluhur mereka.















