Timika, Torangbisa.com – Pembangunan Gereja Katolik St. Simon Petrus yang berlokasi di Jalan C Heatubun, Mimika, Papua Tengah terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Gereja yang mengusung desain unik berbentuk perahu ini disebut sebagai gereja berdesain perahu kedua di dunia dan saat ini masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan proses pembangunannya.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik St. Simon Petrus, Elias Wanmang, mengatakan pembangunan rumah ibadah tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan umat Katolik, tetapi juga masyarakat Mimika secara umum, khususnya masyarakat Amungme yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan iman Katolik di wilayah tersebut.
“Pembangunan gereja ini merupakan salah satu tonggak penting bagi masyarakat Amungme dan umat Katolik di Mimika. Orang-orang tua kami yang pertama kali menerima kabar gembira telah meletakkan dasar iman di tempat ini, dan sekarang generasi muda melanjutkan perjuangan itu dengan semangat persatuan,” ujar Elias.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Pemerintah Kabupaten Mimika, Bupati dan Wakil Bupati Mimika, PT Freeport Indonesia, serta para dermawan untuk bersama-sama melihat dan mendukung pembangunan gereja yang berlokasi di pintu masuk Bandara Mozes Kilangin Timika tersebut.
Menurut Elias, panitia bersyukur karena hingga saat ini pembangunan dapat berjalan berkat dukungan berbagai pihak.
Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Mimika membantu pembangunan fondasi gereja. Selanjutnya, pada tahap kedua pemerintah kembali memberikan bantuan sebesar Rp1,5 miliar untuk mendukung kelanjutan proyek tersebut.
“Walaupun masih ada berbagai kekurangan, kami terus bekerja bersama tim teknisi baja dan konsultan perencana. Material baja juga telah didatangkan dari Surabaya sehingga pekerjaan dapat terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan,” katanya.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas dukungan yang telah diberikan selama proses pembangunan.
Selain itu, ucapan terima kasih disampaikan kepada Bupati Keerom yang turut memberikan bantuan meskipun berada di luar wilayah Papua Tengah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Keerom. Walaupun beliau bukan berada di wilayah Papua Tengah, namun memiliki kepedulian dan hati yang besar untuk membantu pembangunan gereja ini,” ujarnya.
Saat ini pekerjaan pembangunan memasuki tahap pengecoran lantai. Setelah proses tersebut selesai, panitia akan melanjutkan pemasangan rangka baja dan atap gereja. Selain itu, pembangunan pagar serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya juga masih harus dikerjakan.
Karena itu, Elias berharap dukungan dari seluruh pihak dapat terus mengalir agar pembangunan gereja dapat diselesaikan sesuai harapan.
“Pembangunan gereja ini membutuhkan biaya yang besar. Kami berharap Pemkab Mimika, PT Freeport Indonesia, umat Katolik, dan seluruh masyarakat yang memiliki kerinduan untuk membantu dapat mengambil bagian dalam pembangunan rumah Tuhan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Elias menjelaskan bahwa keunikan utama gereja tersebut terletak pada desain arsitekturnya yang berbentuk perahu.
Bentuk tersebut dipilih bukan tanpa alasan, melainkan memiliki makna spiritual yang kuat dan berkaitan erat dengan sosok Santo Simon Petrus.
“Simon Petrus dikenal sebagai seorang nelayan. Ketika Yesus memanggilnya, ia kemudian menjadi penjala manusia. Karena itu kami memilih desain perahu sebagai simbol perjalanan iman dan panggilan pelayanan,” jelasnya.
Menurut Elias, desain gereja berbentuk perahu seperti yang sedang dibangun di Timika sangat langka. Ia menyebutkan bahwa desain serupa hanya terdapat di dua lokasi di dunia, yakni satu di Eropa dan satu lagi yang kini sedang dibangun di Mimika.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Mimika. Gereja berbentuk perahu seperti ini hanya ada dua di dunia. Yang pertama berada di Eropa dan yang kedua ada di Timika. Karena itu kami berharap semua pihak dapat bersama-sama mewujudkan pembangunan gereja bersejarah ini hingga selesai,” pungkasnya.















