OpiniOrganisasi

Tokoh Muda Papua Sambut Baik Penugasan Wakil Presiden untuk Papua: Momentum pendekatan berbasis pada penghargaan martabat manusia dan pemberdayaan masyarakat

×

Tokoh Muda Papua Sambut Baik Penugasan Wakil Presiden untuk Papua: Momentum pendekatan berbasis pada penghargaan martabat manusia dan pemberdayaan masyarakat

Sebarkan artikel ini
Tokoh Muda Papua, Faya Alfons Naa (foto: Istimewa/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Tokoh Pemuda Papua, Faya Alfons Naa, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kebijakan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang secara resmi memberikan mandat khusus kepada Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka untuk menangani percepatan pembangunan dan penyelesaian persoalan multidimensi di Tanah Papua.

Menurut Faya, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat Papua dalam semangat persatuan, dialog konstruktif, dan penghormatan terhadap hak-hak dasar warga negara.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Kami memandang penugasan khusus ini sebagai babak baru dalam hubungan pusat dan daerah, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan kompleks di Papua, mulai dari ketimpangan ekonomi, isu kemanusiaan, persoalan keamanan, hingga kesenjangan sosial yang selama ini menjadi tantangan nyata bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Faya menekankan bahwa Tanah Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, namun realitas sosial menunjukkan masih tingginya angka kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, serta ketimpangan infrastruktur antar wilayah.

Persoalan kemanusiaan pun kerap muncul di berbagai daerah pedalaman, yang memerlukan pendekatan lebih bijak, humanis, dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa selama ini masih ada saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan ekonomi, keterisolasian wilayah, serta ketidaksetaraan kesempatan. Karena itu, pendekatan yang dilakukan harus berbasis pada penghargaan martabat manusia dan pemberdayaan masyarakat adat sebagai aktor utama pembangunan,” tutur Faya.

Ia juga menilai momentum ini tepat untuk memastikan keberlanjutan implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua Jilid 2 agar lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan riil rakyat Papua.

“Otsus Jilid 2 bukan sekadar instrumen pendanaan, tetapi semestinya menjadi kerangka kebijakan afirmatif yang lebih progresif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat asli Papua, memajukan pendidikan generasi muda, memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat ekonomi lokal, serta melindungi warisan budaya kita,” jelasnya.

Faya berharap penugasan Wakil Presiden ini juga menjadi ruang bagi perbaikan tata kelola pemerintahan daerah, penguatan peran lembaga adat, dan pembangunan pola komunikasi yang lebih terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan di Tanah Papua.

“Kami mendorong semua pihak—baik pemerintah daerah, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua, organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, dan komunitas adat—untuk menyambut langkah ini secara arif, dengan semangat kolaborasi dan saling percaya. Karena tanggung jawab membangun Papua adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sebagai bagian dari generasi muda Papua, Faya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda pembangunan yang inklusif, transparan, dan bermartabat.

“Kami percaya dengan kerja sama yang tulus, Papua dapat bergerak menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat bagi seluruh anak-anak negeri ini,” pungkasnya.

Organisasi

“Kita memiliki sejarah panjang PWI sejak lahir tahun 1946 atau setahun setelah kemerdekaan RI. Dalam perjalanannya, PWI pernah terjadi perpecahan seperti sekarang,” ujar Arief Gunawan kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025.

Organisasi

“Media tanpa box redaksi patut dipertanyakan legalitasnya. Pemerintah daerah harus selektif dan hanya bermitra dengan media yang memiliki identitas jelas, berbadan hukum, dan terverifikasi. Ini bukan soal membatasi, tetapi demi melindungi masyarakat dari informasi yang tidak kredibel,” ujar Husyen Opa Selasa, (12/8/2025)

Organisasi

“PWI ini organisasi wartawan tertua. Harus kita selamatkan dan abang kau ini harus mengambil tugas-tugas penyelamatan ini,” katanya kemudian.