Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, mengakui bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika masih belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahun.
Menurutnya, berdasarkan laporan akuntabilitas kinerja, jumlah penduduk Mimika saat ini telah mencapai sekitar 321 ribu jiwa.
Sementara itu, jumlah tenaga dokter yang bertugas di puskesmas tercatat sebanyak 79 orang, dengan menggunakan data penduduk sebelumnya sekitar 315 ribu jiwa.
Reynold menjelaskan bahwa sesuai standar Kementerian Kesehatan, setiap 1.000 penduduk idealnya dilayani minimal dua dokter, dua perawat, dan dua bidan.
“Kalau melihat rasio tersebut, kita masih kekurangan sekitar 300 tenaga dokter. Jadi memang masih kurang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan penduduk di Mimika yang mencapai hampir 5 persen per tahun secara otomatis berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Kalau penduduk naik, kebutuhan layanan kesehatan juga pasti naik. Itu berbanding lurus,” katanya.
Meski demikian, Reynold menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi pelayanan, melainkan mengoptimalkan sumber daya yang ada melalui berbagai strategi dan skenario.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat peran serta masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan. Dari enam program prioritas kesehatan daerah, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat agar turut berkontribusi di bidang kesehatan.
“Melalui Posyandu, Pos Kesehatan Desa, dan kader-kader kesehatan, kami dorong masyarakat lokal untuk bisa melakukan penyuluhan dan pelayanan dasar. Di sekolah juga ada program dokter kecil yang kita optimalkan,” jelasnya.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Dinas Kesehatan Mimika berupaya memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal meskipun masih terdapat kekurangan tenaga dokter dan tenaga kesehatan lainnya.














