Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Diduga Dipicu Masalah Asmara, Seorang Pemuda di Kaugapu Ditemukan Tewas Gantung Diri

×

Diduga Dipicu Masalah Asmara, Seorang Pemuda di Kaugapu Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban (foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Warga Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, digegerkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang pemuda berinisial BY (20), yang ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri pada Minggu (12/4/2026) dini hari.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumalena, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi leher terlilit tali tambang berwarna biru yang diikatkan pada kayu penahan seng rumah, dengan posisi berlutut.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi berinisial B (6), yang saat itu hendak buang air kecil di belakang rumah.

Saksi melihat korban sudah dalam kondisi tergantung, lalu segera melaporkan kepada nenek korban, PY (45).

“Mendapat laporan tersebut, keluarga langsung menghubungi pihak kepolisian. Anggota kami segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Kapolsek.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas melakukan pemeriksaan awal dan memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami masalah percintaan yang berkaitan dengan denda adat yang belum terselesaikan. Hal tersebut diduga menjadi pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya.

Jenazah korban sempat dievakuasi ke RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi mental dan sosial remaja, terutama dalam menghadapi persoalan pribadi dan tekanan lingkungan.

Hukum dan Kriminal

Tanah Merah, Torangbisa.com — Komando Operasi (Koops) TNI Habema bersama aparat gabungan berhasil melaksanakan evakuasi terhadap 44 warga pendulang emas dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan yang mengungsi akibat gangguan keamanan oleh kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) beberapa waktu lalu di wilayah tersebut, Senin (25/5/2026).