Scroll untuk baca artikel
Kabar KampungMimika

Dari Swadaya, Pemuda Kwamki Narama Bangun 5 Greenhouse Hidroponik Budidaya Sayur Pakcoy dan Selada dan Ciptakan Peluang Usaha

×

Dari Swadaya, Pemuda Kwamki Narama Bangun 5 Greenhouse Hidroponik Budidaya Sayur Pakcoy dan Selada dan Ciptakan Peluang Usaha

Sebarkan artikel ini
Tokoh Pemuda Kampung Damai, Painus Magai saat berada di Greenhouse dan memegang sayur Pakcoy (Foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Semangat kemandirian dan kreativitas anak muda terus dimaksimalkan berbekal usaha swadaya, pemuda di Kampung Damai berhasil mengembangkan budidaya sayuran hidroponik dengan membangun lima unit greenhouse untuk menanam pakcoy dan selada.

Tokoh pemuda Kwamki Narama, Painus Magai, mengatakan usaha pertanian hidroponik yang mereka jalankan telah berlangsung selama hampir lima tahun.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Di atas lahan seluas satu hektare, mereka tidak hanya mengembangkan budidaya sayuran, tetapi juga menyiapkan area untuk perluasan usaha di masa mendatang.

“Puji Tuhan, usaha ini sudah berjalan hampir lima tahun. Semua bangunan yang ada di sini kami bangun secara swadaya. Saat ini kami memiliki lima unit greenhouse yang digunakan untuk budidaya sayur hidroponik, terutama pakcoy dan selada,” ujar Painus.

Menurutnya, perjalanan mengembangkan usaha tersebut tidak selalu mudah. Berbagai kendala yang dihadapi justru menjadi motivasi untuk terus maju dan membuktikan bahwa anak-anak muda lokal mampu bersaing di bidang usaha maupun pertanian.

“Kendala pasti ada, tetapi itu menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus berkembang dan menunjukkan bahwa anak muda juga bisa berhasil melalui sektor pertanian,” katanya.

Selain menghasilkan produk pertanian, usaha hidroponik tersebut juga telah membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini terdapat tiga hingga empat orang karyawan yang terlibat dalam kegiatan budidaya dan perawatan tanaman.

Painus menilai peluang kerja di Mimika masih menjadi tantangan bagi banyak anak muda. Karena itu, ia berharap generasi muda mulai melirik sektor usaha produktif yang memiliki potensi ekonomi.

“Banyak teman-teman yang sudah selesai sekolah hanya berharap bekerja di perusahaan atau menjadi pegawai pemerintah. Padahal banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan. Yang dibutuhkan adalah kreativitas dan kemauan untuk memulai,” ujarnya.

Ia juga berharap usaha yang dirintis tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap Distrik Kwamki Narama yang selama ini sering mendapat stigma negatif.

“Selama ini Kwamki Narama sering dikenal sebagai daerah konflik. Kami ingin menunjukkan sisi lain bahwa di sini ada anak-anak muda yang bekerja, berkarya dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Kalau anak muda kreatif, orang akan melihat Kwamki Narama dari sisi yang positif,” katanya.

Ke depan, Painus berharap pengembangan pertanian hidroponik yang mereka lakukan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi generasi muda sekaligus mendukung program pemerintah dalam membangun dari kampung ke kota.

“Kami ingin usaha ini bisa membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak muda yang berusaha membangun daerah melalui kegiatan produktif,” tuturnya.

Menurut Painus, Kwamki Narama memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, budidaya perikanan hingga wisata.

Ia berharap keberhasilan usaha hidroponik yang dirintis secara swadaya dapat menjadi contoh bahwa kampung memiliki peluang besar untuk berkembang jika didukung oleh kreativitas masyarakat dan perhatian pemerintah.

“Potensi di Kwamki Narama sangat besar. Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya dan mendapat dukungan agar terus berkembang ke depan,” pungkasnya.

img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />