Timika, Torangbisa.com – Pengurus Daerah Forum Jawa, Madura dan Sunda Kabupaten Mimika masa bakti 2026-2030 resmi dilantik oleh Pj. Sekda Mimika, Abraham Kateyau yang berlangsung di gedung Eme Neme Yauware, Selasa (27/1/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Forum Jawa, Madura dan Sunda (Forjamas) no: 001/SK-FORJAMAS/MMK/1/2026 tentang pengesahan kepengurusan Forum Jawa, Madura dan Sunda (Forjamas) Kabupaten Mimika masa bakti 2026-2030.
Setelah dilantik, Ketua Forjamas Kabupaten Mimika, H. Bahroni menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam acara pelantikan pengurus Forjamas Kabupaten Mimika.
Menurut Bahroni, Forjamas lahir dari diskusi santai atau ngopi bareng sejumlah tokoh Jawa, Madura, dan Sunda yang peduli terhadap dinamika kehidupan bermasyarakat di Mimika. Dari diskusi tersebut, kemudian muncul gagasan untuk membentuk sebuah forum bersama yang inklusif dan konstruktif.
“Diskusi ini dilatarbelakangi oleh dinamika sosial yang kita hadapi bersama, mulai dari persoalan sosial kemasyarakatan, kesejahteraan, keagamaan, perekonomian, hingga perpolitikan,” jelasnya.
Secara legal, Forjamas telah memiliki dasar hukum yang jelas. Forum ini didirikan melalui Akta Pendirian Nomor 149 tanggal 7 Oktober 2025 oleh Notaris/PPAT Kabupaten Mimika, Aji Susanto, SH, M.Kn.
Forjamas juga telah mengantongi pengesahan Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Nomor AHU-0008072.AH.07.Tahun 2025 serta terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Mimika melalui SK Nomor 200.1.4.5/48/Kesbangpol/2026 tertanggal Januari 2026.
Bahroni menjelaskan, tujuan berdirinya Forjamas adalah menjadi wadah diskusi dan penyalur aspirasi masyarakat Jawa, Madura, dan Sunda di Mimika. Aspirasi tersebut akan diklarifikasi, dibahas melalui diskusi, kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi yang bersifat sinergis dan solutif.
“Visi Forjamas adalah menghantarkan masyarakat Jawa, Madura, dan Sunda menuju kehidupan yang berkeadilan, sejahtera, serta harmonis dalam bidang sosial, kemasyarakatan, perekonomian, keagamaan, dan perpolitikan,” ungkapnya.
Kedepan, Forjamas juga akan memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat distrik, kelurahan, dan kampung guna memastikan visi dan misi forum dapat berjalan secara maksimal.
Di akhir penyampaiannya, Bahroni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan di Mimika.
“Mari kita bergandengan tangan, rapatkan barisan untuk menjaga, merawat, dan memperindah hunian kita bersama. Mimika adalah rumah kita,” pungkasnya.
Sementara itu, mewakili Pemkab Mimika, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Forum Jawa, Madura, dan Sunda (Forjamas) Kabupaten Mimika yang resmi dilantik.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Forum Jawa, Madura, dan Sunda Kabupaten Mimika yang hari ini resmi dilantik,” ujar Abraham Kateyau dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, amanah yang diemban para pengurus Forjamas bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai budaya, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Menurut Abraham, Forjamas memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu berbagai latar belakang budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.
Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan yang diwariskan oleh leluhur Jawa, Madura, dan Sunda merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan daerah.
“Forum Jawa, Madura, dan Sunda terbentuk sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan sinergi antarwarga lintas etnis yang selama ini telah terjalin dengan baik,” jelasnya.
Abraham juga mengakui bahwa lahirnya Forjamas tidak terlepas dari kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat Jawa, Madura, dan Sunda dalam dinamika sosial dan politik daerah. Kontribusi tersebut, kata dia, telah memberikan dampak positif terhadap proses demokrasi di Kabupaten Mimika.
“Dukungan yang diberikan bukan semata-mata bersifat politis, namun dilandasi harapan besar agar pemerintahan ke depan dapat berjalan lebih inklusif, adil, dan memperhatikan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Forjamas diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus penjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Ia pun berharap Forjamas berperan aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah serta berkontribusi dalam pembangunan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.
“Jadikan forum ini sebagai ruang dialog, kolaborasi, dan solusi bagi berbagai tantangan yang kita hadapi bersama, rawat kebersamaan, junjung tinggi nilai persaudaraan, dan jadilah teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Pj. Sekda Mimika, Abraham Kateyau, Danlanal Timika, Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, Forkopimda, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta perwakilan paguyuban.















