Sosial

Banjir Melanda Sejumlah Titik di Distrik Iwaka, Bupati Johannes Rettob: Curah Hujan Tinggi dan Infrastruktur Tak Optimal Jadi Penyebab Banjir

×

Banjir Melanda Sejumlah Titik di Distrik Iwaka, Bupati Johannes Rettob: Curah Hujan Tinggi dan Infrastruktur Tak Optimal Jadi Penyebab Banjir

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob saat diwawancarai awak media (foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Infrastruktur yang kurang memadai dibarengi dengan curah hujan yang tinggi di Mimika mengakibatkan sejumlah wilayah di Distrik Iwaka terendam banjir.

Untuk memastikan kondisi yang dialami warganya di beberapa SP di Distrik Iwaka, Bupati Mimika, Johannes Rettob mengunjungi lokasi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika disebabkan oleh tingginya curah hujan yang diperparah dengan kondisi sungai dan infrastruktur irigasi yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Menurut Bupati Johannes, volume hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap. Air yang seharusnya mengalir lancar justru terhambat oleh saluran irigasi yang sudah tidak digunakan sesuai peruntukannya.

“Irigasi itu awalnya dibangun untuk menunjang pertanian. Tapi setelah kita evaluasi di lapangan, ternyata lahannya sudah berubah fungsi, semuanya sudah jadi permukiman. Jadi irigasi itu tidak ada gunanya lagi dan justru menghambat aliran air,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan evaluasi dan memastikan akan segera mengambil langkah dengan menata ulang alur sungai yang dinilai menjadi sumber utama banjir.

“Besok pagi kami turun langsung ke lapangan untuk meluruskan sungai-sungai yang belok-belok. Dari hasil peninjauan, ternyata sumber banjir itu hanya satu sungai. Kalau sungai itu diluruskan dan didalamkan, banjir bisa selesai,” tegas Johannes.

Selain sungai, Bupati Mimika juga menyoroti kondisi jalan raya yang turut memperparah genangan air, khususnya di kawasan SP5. Ia menyebut, badan jalan yang rendah menyebabkan air meluap dan mengalir seperti sungai di atas jalan.

“Jalan raya besar di SP5 itu tergenang semua, air mengalir seperti sungai. Seharusnya dari dulu jalan itu ditinggikan agar tidak jadi jalur aliran air,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Johannes Rettob juga menceritakan respons masyarakat saat dirinya turun langsung ke lokasi. Sempat terjadi pemalangan jalan, namun langsung dibuka setelah dirinya menyampaikan niat baik untuk melihat kondisi warga secara langsung.

Tentunya dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk segera melakukan penataan sungai dan infrastruktur pendukung guna meminimalisir banjir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

“Kalau saya datang lihat masyarakat tapi jalannya ditutup, saya mau lewat bagaimana? Begitu saya bicara, langsung dibuka. Masyarakat senang karena tahu pemerintah hadir,” pungkasnya.