Politik

Awali Tahun 2026, Hj. Rampeani Rachman Kunker ke Distrik Amar, Dapati Fasilitas Air Bersih Terancam Rusak Akibat Air Pasang dan Cuaca Ekstrem

×

Awali Tahun 2026, Hj. Rampeani Rachman Kunker ke Distrik Amar, Dapati Fasilitas Air Bersih Terancam Rusak Akibat Air Pasang dan Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman saat menyerahkan bantuan dan kondisi terkini bangunan yang terkena air pasang serta aktifitas masyarakat yang membuat tanggul menggunakan kayu mangi-mangi dan karung berisi pasir (foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Mengawali aktivitas kerja di tahun 2026, Anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6, Hj. Rampeani Rachman, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Distrik Amar.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah pesisir tersebut.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hj. Rampeani menyampaikan bahwa Distrik Amar hampir setiap awal tahun selalu dilanda bencana alam berupa air pasang, gelombang tinggi, serta angin kencang.

“Kunjungan ini merupakan program kerja awal saya di tahun 2026, yakni inspeksi mendadak terhadap kegiatan dan fasilitas pemerintah daerah bersama masyarakat di Distrik Amar,” ungkapnya.

Menurutnya, Distrik Amar menjadi wilayah prioritas karena setiap tahun, khususnya menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, daerah ini selalu terancam dampak cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, ia turun langsung lebih awal untuk memastikan kondisi terkini di lapangan.

Saat meninjau Kampung Manuare, Hj. Rampeani menemukan kondisi rumah penempatan mesin fasilitas air bersih yang mengalami kerusakan. Beberapa bagian, terutama di sekitar tiang penahan bagian depan, rusak akibat diterjang ombak dan angin kencang.

Kondisi tersebut dinilai sangat berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih parah apabila cuaca ekstrem kembali terjadi dengan intensitas yang lebih besar.

Bahkan, kata dia, masyarakat setempat berinisiatif membuat tanggul penahan alami dari kayu mangi-mangi serta karung berisi pasir yang disusun di depan bangunan fasilitas air bersih.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan akibat angin dan ombak. Namun, menurutnya, kekuatan tanggul tersebut masih sangat terbatas untuk menahan gelombang besar.

“Ini sangat memprihatinkan karena fasilitas tersebut dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit dan menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Distrik Amar,” tegasnya.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera turun tangan dan mengambil langkah konkret guna melindungi fasilitas air bersih tersebut dari kerusakan yang lebih parah.

Selain kondisi fisik bangunan, Hj. Rampeani juga menyoroti nasib para penjaga dan pengelola fasilitas air bersih. Ia mengungkapkan bahwa para petugas yang dipercaya menjaga dan mengoperasikan fasilitas tersebut hingga kini belum menerima gaji.

“Padahal mereka bekerja 1×24 jam untuk menjaga, merawat fasilitas, serta memastikan air bersih mengalir ke rumah-rumah warga. Mereka sangat membutuhkan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” ujarnya.

Ia berharap dinas terkait segera memberikan hak para petugas tersebut. Hj. Rampeani juga menyambut baik informasi bahwa para penjaga fasilitas air bersih akan segera menerima Surat Keputusan (SK) resmi.

“Saya sangat mengapresiasi hal ini karena selain menjaga keberlanjutan layanan air bersih, juga membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak OAP, khususnya putra daerah setempat. Apalagi mereka sudah memahami mesin dan sistem pengelolaan air bersih. Itu luar biasa,” pungkasnya.