Religi

Arah Program Kemenag Mimika Tahun 2026, Fokus Dialog dan Moderasi Beragama

×

Arah Program Kemenag Mimika Tahun 2026, Fokus Dialog dan Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Kementrian Qgama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan (foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, memaparkan arah dan fokus program Kemenag Mimika tahun 2026 yang akan dijalankan di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan rasionalisasi pemerintah. Saat di wawancara diruang kerjanya. Kamis, (8/1/2026).

Gabriel menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, khususnya sejak 2006, anggaran Kementerian Agama lebih banyak dialokasikan untuk berbagai bentuk bantuan. Namun pada tahun 2026, sejumlah pos anggaran yang biasanya tersedia kini tidak lagi tercantum.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Kita bisa lihat sendiri, biasanya ada dalam daftar anggaran, tapi tahun ini tidak ada. Bahkan gaji ke-13 dan gaji ke-14 juga tidak tersedia. Ini sangat berpengaruh terhadap pelayanan,” ungkap Gabriel.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat pelayanan kepada umat. Menurutnya, urusan pendidikan dan urusan keagamaan menyangkut seluruh umat beragama, rumah ibadah, serta para rohaniawan.

“Urusan agama itu urusannya umat, gereja, dan rohaniawan. Kita mungkin tidak mengenal mereka, tapi mereka mengenal kita. Karena itu, membangun dialog membutuhkan waktu dan komitmen,” jelasnya.

Gabriel menekankan bahwa tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan dana. Banyak hal yang dapat dilakukan tanpa anggaran besar, asalkan ada kemauan untuk hadir, berkomunikasi, dan membangun dialog yang santun.

“Tidak segala hal bisa dibiayai dengan uang. Dialog yang santun, saling bertemu, menyapa, dan membangun persahabatan itu jauh lebih kuat daripada uang. Dari situlah harmoni bisa dipertahankan,” katanya.

Ia mengajak seluruh jajaran Kemenag Mimika untuk lebih aktif membangun dialog dengan lembaga-lembaga keagamaan, termasuk menghadiri undangan-undangan keagamaan sebagai bentuk kehadiran negara.

“Kalau dialog saja sulit, maka sulit juga membangun rumah yang damai. Kehadiran kita membawa wajah Kementerian Agama sebagai pemerintah yang memimpin dan melayani umat,” ujarnya.

Terkait program bantuan tahun 2026, Gabriel menjelaskan bahwa penyaluran akan lebih terarah dan berbasis kelompok keagamaan masing-masing, seperti Katolik, Kristen, Islam, dan Hindu. Ia menegaskan bahwa nilai bantuan tidak diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari ketepatan sasaran.

“Sekecil apa pun nilainya, yang penting tepat sasaran. Supaya umat merasa diperhatikan, dihargai, dan merasakan adanya perubahan suasana yang lebih damai,” katanya.

Ia juga menaruh perhatian khusus kepada masyarakat asli Papua. Dengan latar belakang hidup bersama masyarakat setempat, Gabriel mengaku memahami langsung kesulitan hidup yang dihadapi mereka.

“Mungkin tangan saya pendek, tapi dialog harus dibangun. Saya percaya Tuhan akan membuka jalan, termasuk lewat sahabat-sahabat yang punya kemampuan untuk membantu,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan program, Kemenag Mimika juga akan terus mendorong gerakan moderasi beragama sebagai fondasi utama kehidupan bersama. Menurut Gabriel, moderasi adalah jalan tengah yang mampu merangkul perbedaan tanpa sikap ekstrem.

“Moderasi itu memilih jalan tengah, tidak ekstrem kiri dan tidak ekstrem kanan. Dari situlah kita bisa saling mengakrabkan dan mempersatukan yang berbeda-beda,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan keyakinan, budaya, dan suku adalah kenyataan yang tidak perlu diperdebatkan, melainkan dijadikan kekuatan untuk saling melengkap

“Kita ini manusia, kita saudara. Kalau kita melihat dari sisi kemanusiaan, maka perbedaan akan kita tinggalkan demi hidup bersama sebagai keluarga,” pungkas Gabriel.

Pemerintahan

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Perayaan Natal 2025 dan Syukuran Tahun Baru 2026 bersama Pemda, TNI–Polri, serta masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, sebagai wujud syukur sekaligus refleksi iman dalam menyongsong tahun yang baru. Yang berlangsung di Gedung eme neme yauware, Senin (5/1/26).

Religi

Timika, Torangbisa.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, mengajak seluruh umat beragama untuk terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan, kerukunan, dan sinergi sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang damai dan maju, bertepatan dengan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.