Timika, Torangbisa.com – Kericuhan pecah di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (1/4/2026) sore hingga malam pada saat proses kremasi salah satu korban pembunuhan (JM) yang berlangsung di Kampung Mekurima.
Sekelompok masyarakat melepaskan anak panah kepada warga saat proses kremasi terhadap korban pembunuhan, Junius Magai, yang ditemukan tergeletak di jalan WR Supratman pada Minggu (29/3/2026) siang.
Situasi semakin mencekam setelah aparat membalas serangan panah itu dengan tembakan gas air mata dan tembakan peluru hampa ke udara
Pantauan di lapangan, Pj Sekda Puncak Nenu Tabuni dan sejumlah pegawai Pemkab Puncak, masyarakat sekitar termasuk mama-mama dan anak-anak berusaha mencari tempat perlindungan. Tampak beberapa pria menjadikan seng sebagai tameng.
Sementara itu, pembunuhan tersebut diduga berkaitan dengan temuan mayat pria di Kwamki Narama pada Minggu dini hari.
Berdasarkan tradisi adat masyarakat di Kwamki Narama, korban pembunuhan harus dimakamkan dengan proses kremasi. Namun, sempat terjadi penolakan lokasi kremasi.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyebut, ada 150 personel gabungan yang disiagakan di lokasi. Ia menegaskan, korban tewas bukan karena perang tetapi murni tindak kriminal murni.
”Jadi ada dua TKP yaitu di Jalan WR Soepratman dan Jalan Freeport Lama dari masing-masing keluarga juga sudah membuat laporan polisi. Jadi ini murni kejahatan sehingga harus diproses hukum positif,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan olah TKP untuk mengumpulkan alat bukti kasus pembunuhan itu.

















