PolitikSuara Parlemen

Anggota DPRK Mimika Desak Ormas Bergerak ke Kapiraya, Warga Mimika Barat Tengah Butuh Bantuan, Rampeani: Jangan Tunggu Bencana di Luar Daerah

×

Anggota DPRK Mimika Desak Ormas Bergerak ke Kapiraya, Warga Mimika Barat Tengah Butuh Bantuan, Rampeani: Jangan Tunggu Bencana di Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Anggota DPRK Mimika Dapil 6, Hajja Rampeani Rachman, turun langsung ke Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak konflik tapal batas sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kemanusiaan (Dok/Foto/torangbisa.com)

TIMIKA, (Torangbisa.com) – Anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6, Hajja Rampeani Rachman, turun langsung ke Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, untuk melihat kondisi warga yang terdampak konflik tapal batas yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.

Konflik tapal batas yang sebelumnya memanas tersebut diketahui telah memicu ketegangan antarwarga dan membuat situasi keamanan tidak stabil. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi demi menghindari potensi bentrokan, sementara aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh total. Warga tidak bisa melaut, berkebun, atau mencari hasil hutan seperti biasanya.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Akibat konflik itu, ratusan warga, termasuk anak-anak dan lansia, kini masih tinggal di tempat-tempat pengungsian dengan keterbatasan fasilitas dan kebutuhan dasar.

Dalam kunjungannya, Hajja Rampeani tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada warga terdampak dengan membawa bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

“Sejak konflik tapal batas ini memanas, masyarakat kehilangan akses terhadap sumber penghidupan mereka. Anak-anak tidak menjalani aktivitas seperti biasa, orang tua tidak bisa mencari makan. Ini persoalan kemanusiaan yang harus segera ditangani bersama,” tegasnya kepada media ini,  Minggu (15/2/2026).

Ia menilai, jika tidak segera mendapat perhatian serius, dampak konflik ini bisa berkembang menjadi krisis sosial yang lebih luas. Karena itu, ia meminta semua pihak, khususnya organisasi kemasyarakatan (ormas) sosial yang menjadi mitra pemerintah daerah, untuk segera bergerak membantu warga Mimika Barat Tengah.

“Kita sering melihat aksi sosial digelar untuk membantu korban bencana di luar Mimika. Itu baik. Tetapi hari ini, masyarakat kita sendiri di Mimika Barat Tengah sedang kesulitan. Jangan sampai kita abai terhadap persoalan di daerah sendiri,” ujarnya tajam.

Menurutnya, keterlibatan ormas sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak konflik, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sembako, kebutuhan anak-anak, dan dukungan sosial lainnya.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ormas harus hadir dan bergerak. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” tandasnya.

Hajja Rampeani berharap, dengan sinergi antara pemerintah, DPRK, dan elemen masyarakat, situasi di Kapiraya dan wilayah terdampak lainnya dapat segera pulih, sehingga warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan bermartabat.