Timika, Torangbisa.com – Anggota DPRK Kabupaten Mimika, Hj. Rampeani Rachman, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW Persatuan Kerukunan Sulawesi Selatan (PKSS) Provinsi Papua Tengah yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Selasa (27/01/2026).
Hal tersebut disampaikan Hj. Rampeani Rachman saat dijumpai awak media, menanggapi pelaksanaan Rakerwil perdana PKSS Papua Tengah.
Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas peran PKSS sebagai organisasi kemasyarakatan yang inklusif.
“Salam hormat saya dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk Ketua PKSS Pusat. Apa yang dilakukan PKSS wilayah hari ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Hj. Rampeani.
Menurutnya, meskipun PKSS baru berdiri sekitar dua tahun, organisasi ini harus mampu bersaing secara sehat dengan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya yang ada di Papua Tengah, termasuk di Kabupaten Mimika yang juga memiliki KKSS.
Ia berharap seluruh tokoh, pimpinan, dan pengurus PKSS dapat menjadi vokal secara positif, sehingga tidak ada ruang yang memecah persatuan akibat perbedaan.
“Sesungguhnya roh dari organisasi kekerabatan PKSS dan KKSS itu satu, yaitu Sulawesi Selatan. Karena itu mari kita bergandeng tangan membangun Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika,” tegasnya.
Hj. Rampeani juga mendorong agar PKSS terus maju dan aktif mendukung seluruh program pemerintah daerah, baik di tingkat Kabupaten Mimika maupun Provinsi Papua Tengah, sehingga PKSS dapat menjadi mitra strategis pemerintah.
“PKSS bukan hanya milik orang Sulawesi Selatan, tetapi harus hadir dan bergandeng tangan bersama pemerintah daerah untuk memajukan Papua Tengah dan Kabupaten Mimika,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan Rakerwil, Hj. Rampeani menegaskan bahwa rapat kerja wilayah merupakan agenda penting dalam sebuah organisasi karena menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja.
“Saya berharap Rakerwil ini menghasilkan program-program kerja yang tidak hanya untuk warga Sulawesi Selatan, tetapi juga menyentuh seluruh masyarakat Papua Tengah dan Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam keberagaman, khususnya dengan dua suku besar di Mimika, yakni suku Amungme dan Kamoro, agar bersama-sama membangun daerah.
“Mari dengan keberagaman budaya Sulawesi, Amungme, dan Kamoro kita bersinergi membangun Papua Tengah dan Kabupaten Mimika sesuai harapan bersama,” pungkasnya.











