Scroll untuk baca artikel
Berita Lokal

Sebelum Terbang ke Mulia, Enam Ekor Babi dari Nabire Jalani Pemeriksaan Karantina

×

Sebelum Terbang ke Mulia, Enam Ekor Babi dari Nabire Jalani Pemeriksaan Karantina

Sebarkan artikel ini
Petugas Karantina Papua Tengah saat melakukan pemeriksaan 6 ekor babi sebelum dilalulintaskan ke Puncak Jaya

Nabire, Torangbisa.com – Karantina Papua Tengah melalui satuan pelayanan (Satpel) Nabire melakukan pemeriksaan terhadap enam ekor babi yang akan dilalulintaskan dari Nabire menuju Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Kamis (08/10).

Komoditas hewan tersebut dikirim menggunakan moda transportasi udara untuk keperluan perdagangan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Sebelum diberangkatkan, petugas melakukan pemeriksaan karantina guna memastikan kondisi kesehatan hewan serta pemenuhan persyaratan karantina. Pemeriksaan dilakukan secara fisik terhadap keenam ekor babi, dengan hasil seluruh hewan dalam kondisi sehat secara fisik dan tidak menunjukkan adanya gejala penyakit.

Selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan verifikasi terhadap dokumen persyaratan karantina. Dokumen tersebut antara lain Surat Rekomendasi Pengeluaran dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Nabire.

Atas hasil pemeriksaan tersebut, Karantina Papua Tengah menerbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-1) sebagai dokumen resmi yang menyertai pengiriman.

Melalui pemeriksaan ini, Karantina Papua Tengah terus memastikan setiap hewan dan komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyebaran Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas peternakan yang aman, sehat, dan sesuai ketentuan.

Karantina Papua Tengah juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu melaporkan setiap lalu lintas hewan, termasuk babi, kepada petugas karantina.

Hal ini penting karena ternak babi dapat berpotensi membawa dan menyebarkan salah satu penyakit berbahaya yaitu ASF (African Swine Fever) apabila tidak melalui pemeriksaan yang sesuai.

Dengan melapor kepada Karantina, kondisi kesehatan hewan dapat diperiksa, persyaratan dokumen dapat diverifikasi, serta risiko penyebaran HPHK ke wilayah tujuan dapat dicegah. Pelaporan karantina juga memastikan lalu lintas hewan berlangsung secara aman, sehat, dan sesuai ketentuan.