Scroll untuk baca artikel
Kabar Kampung

Akses Penerbangan ke Jila Terkendala Cuaca, Aktivitas Pendidikan dan Kesehatan Belum Normal

×

Akses Penerbangan ke Jila Terkendala Cuaca, Aktivitas Pendidikan dan Kesehatan Belum Normal

Sebarkan artikel ini
Kepala Distrik Jila, Enos Lokobal Saat diwawancarai awak media dipusat pemerintahan Kabupaten Mimika (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Aktivitas pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih belum berjalan normal akibat terkendalanya akses penerbangan menuju wilayah tersebut.

Kepala Distrik Jila, Enos Lokobal, mengatakan sejak terjadinya gangguan keamanan pada 12 Agustus 2026, pihaknya bersama tenaga teknis, guru dan petugas distrik telah melakukan proses evakuasi.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal itu disampaikan Lokobal saat diwawancarai awak media di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, setelah proses evakuasi, pemerintah daerah melalui sejumlah instansi telah menyalurkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang terdampak.

Bantuan tersebut antara lain berupa beras, bami, gula, kopi dan telur. Sebagian bantuan telah berhasil dikirim ke Jila, sementara sebagian lainnya masih berada di hanggar karena terkendala penerbangan.

“Beras, bami, gula, kopi, telur, barangnya di hangar. Sudah satu ton lebih yang naik, yang sisa masih ada sekitar satu sampai dua ton,” ujarnya.

Lokobal menjelaskan, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama sehingga penerbangan menuju Jila belum dapat kembali berjalan hingga saat ini.

Sementara itu, masyarakat yang sebelumnya berkumpul di sejumlah titik mulai kembali ke kampung dan rumah masing-masing.

Lokobal mengatakan masyarakat sempat menggelar bakar batu sebagai bagian dari proses pemulihan dan kegiatan adat setelah situasi yang terjadi sebelumnya.

“Mereka sudah bakar batu. Sorenya mereka minta, ‘Bapak, kita mau pulang ke rumah masing-masing.’ Kalau tidak nyaman karena kebun tanaman mereka juga sudah tidak terurus,” katanya.

Menurutnya, masyarakat dari sekitar lima hingga sepuluh kampung telah kembali ke rumah masing-masing. Sisa bantuan beras yang tersedia juga telah dibagikan kepada masyarakat sebelum mereka kembali.

Lokobal mengatakan masyarakat kini meminta agar akses penerbangan ke Jila segera dibuka kembali sehingga mobilitas masyarakat maupun pelayanan pemerintah dapat berjalan normal.

Permintaan tersebut juga telah disampaikan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong dan jajaran pemerintah daerah.

“Masyarakat meminta supaya akses penerbangan dibuka kembali, supaya setiap hari bisa naik turun,” ujarnya.

Menurut Lokobal, pembukaan kembali akses penerbangan sangat penting untuk memastikan pelayanan dasar masyarakat dapat berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.

“Guru-guru bisa naik supaya pendidikan bisa berjalan, begitu juga tenaga kesehatan,” katanya.

Lokobal membenarkan bahwa untuk sementara sejumlah tenaga kesehatan dan guru masih berada di Timika karena belum dapat kembali ke Jila.

“Sementara masih di kota, belum bisa naik karena keterlambatan transportasi,” jelasnya.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga penerbangan dapat kembali dilakukan dan para guru, tenaga kesehatan serta pegawai distrik bisa kembali menjalankan tugas di Jila.

Lokobal menegaskan, aktivitas masyarakat di Jila pada dasarnya mulai berjalan seperti biasa. Namun, keterbatasan akses transportasi masih menjadi persoalan utama yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

Kabar Kampung

Timika, Torangbisa.com – Sebanyak 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama, menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk Semester I Tahun 2026. Bantuan tersebut bersumber dari anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.