Peristiwa

Kapolda Papua Tengah Jenguk Korban Penembakan Mile 69 di RSMM

×

Kapolda Papua Tengah Jenguk Korban Penembakan Mile 69 di RSMM

Sebarkan artikel ini
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini saat bersalaman dengan warga di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menjenguk korban luka akibat insiden penembakan di lokasi pendulangan emas Wini Kalikuluk Mile 69, Distrik Tembagapura, yang terjadi pada 7 Mei 2026 malam.

Kunjungan tersebut dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026) sebagai bentuk perhatian dan dukungan kemanusiaan kepada para korban.

Dalam keterangannya, Kapolda merasa prihatin atas kondisi masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Ia menilai perlu adanya langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pendulang emas, agar memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi situasi darurat di lokasi kerja.

“Ke depan mungkin kita perlu mitigasi ketika ada kejadian seperti ini masyarakat harus seperti apa. Perlu ada lebih banyak edukasi kepada masyarakat ketika bekerja dalam situasi darurat, mereka harus melakukan apa dan tindakan apa yang harus diambil,” ujar Kapolda.

Menurutnya, lokasi pendulangan emas di Mile 69 dihuni oleh kelompok-kelompok pendulang yang memiliki wilayah masing-masing dan kemungkinan memiliki koordinator lapangan.

Karena itu, kolaborasi dengan pihak terkait, termasuk PT Freeport Indonesia, dinilai penting guna memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kedaruratan di area pendulangan.

Kapolda juga menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarga. Ia berharap para korban segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga mereka.

“Kita sebagai polisi melayani masyarakat secara naluri kemanusiaan. Ketika kita punya rezeki, kita berikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan dengan doa dan kontribusi yang ada bisa memotivasi mereka untuk pulih,” katanya.

Saat ini, lanjut Kapolda, masih terdapat satu korban yang menjalani perawatan. Keterangan korban nantinya diharapkan dapat membantu proses penyelidikan pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

Polda Papua Tengah juga memastikan proses pendataan dan penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap peristiwa yang terjadi di lokasi pendulangan emas tersebut.

Selain penanganan hukum, Kapolda menekankan pentingnya sistem keselamatan bersama di kawasan pendulangan.

Ia berharap masyarakat memiliki pola evakuasi yang jelas ketika terjadi situasi darurat, termasuk berkumpul di satu titik aman dan memberikan tanda atau sinyal bahwa mereka adalah warga sipil yang sedang bekerja.

“Dengan langkah-langkah mitigasi itu, diharapkan korban bisa diminimalisir ketika terjadi situasi kedaruratan,” tutupnya