Timika, Torangbisa.com – Bak perahu yang mulai didorong dari tepian menuju arus utama, Kampung Nawaripi kini bersiap melaju menghidupkan potensi wisatanya.
Diawali dengan pembersihan lokasi di Mile 21 menggunakan alat berat, pemerintah kampung menata kawasan dayung tradisional sebagai panggung utama berbagai event pada Mei mendatang.
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai melakukan penataan kawasan wisata di Mile 21 dengan memasukkan alat berat guna membersihkan lokasi dayung tradisional.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan menyambut sejumlah kegiatan yang akan digelar pada Mei 2026, bertepatan dengan bulan Rosario.
Pemerintah Kampung Nawaripi menargetkan kawasan tersebut menjadi pusat kegiatan wisata dan rohani yang mampu menarik kunjungan masyarakat.
“Kami mulai dari pembersihan lokasi, kemudian dilanjutkan dengan penanaman tumbuhan agar kawasan ini semakin tertata dan siap digunakan untuk kegiatan lomba,” ujar Norman.
Ia menjelaskan, Kampung Nawaripi merupakan salah satu kampung mandiri di Kabupaten Mimika yang telah memiliki sejumlah aset wisata. Di antaranya wisata rohani, kolam pemancingan, serta kolam dayung yang dibangun sejak tahun lalu, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sebagai bentuk pengembangan, pemerintah kampung telah menyiapkan lima unit perahu dayung untuk mendukung lomba dayung tradisional yang akan menjadi salah satu agenda utama.
Selain lomba dayung, rangkaian kegiatan yang direncanakan meliputi lomba memancing dan lomba renang tradisional tingkat anak-anak. Tak hanya itu, kegiatan religi seperti rally Rosario juga akan digelar di lokasi yang sama.
Untuk menyukseskan seluruh agenda tersebut, Pemerintah Kampung Nawaripi telah berkoordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta bekerja sama dengan BUMDes Nawaripi dalam pembentukan panitia pelaksana.
Menurut Norman, kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan perekonomian kampung melalui sektor wisata.
“Keuntungan dari kegiatan ini akan menjadi pemasukan bagi wisata Mile 21, yang nantinya juga akan disetorkan ke pemerintah daerah sebagai bagian dari PAD,” jelasnya.


















