Timika, Torangbisa.com – Para pendulang tradisional melakukan aksi protes dengan melakukan aksi bakar ban dan blokade jalan di Jalan Ahmad Yani, Selasa (24/3/2026) sore.
Blokade jalan dipicu toko yang infonya akan melayani penjualan emas dihari ini tidak kunjung membuka toko emas lantaran masih dalam suasana hari raya dan juga bank juga masih tutup.
Kasat Sabhara Polres Mimika, AKP Frengky Tethool, mengimbau kepada para pendulang untuk menghentikan sementara aksi pemalangan demi menjaga ketertiban umum.
Pihaknya juga tengah mengupayakan solusi, termasuk mendorong agar salah satu toko emas dapat dibuka untuk melayani kebutuhan warga.
Namun, para pendulang menilai pembukaan satu toko emas bukan solusi untuk menjawab kebutuhan para pendulang.
Massa bahkan menyuarakan bahwa lebih baik seluruh toko tetap tutup daripada hanya satu yang beroperasi.
Penutupan toko emas disebabkan oleh kenaikan harga emas. Kondisi ini berdampak langsung pada penghasilan mereka, karena tidak dapat menjual hasil dulangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau toko emas tutup, kami mau cari uang makan bagaimana? Kami harus bayar kos dan biaya anak istri,” ungkap salah satu pendulang di lokasi aksi.
Karena belum ada kepastian kapan toko emas akan kembali beroperasi normal, massa kembali melakukan aksi bakar ban dan pemalangan jalan sebagai bentuk protes.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam pengawasan aparat keamanan, dengan harapan permasalahan dapat segera diselesaikan tanpa eskalasi lebih lanjut.

















