TIMIKA, (Torangbisa.com) – Rahmat Dilla Efendi, LC, putra asal Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses mengharumkan nama daerah saat tampil memukau di panggung Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 yang tayang di Indosiar, Minggu dini hari (22/2/2026).
Sejak awal penampilan, Rahmat langsung mengguncang panggung dengan membuka tausiyahnya menggunakan salam khas Mimika, “Amolongo Nimaowitimi, Saipa”, yang menjadi simbol kebanggaan identitas daerah di tingkat nasional.
Dalam kompetisi tersebut, Rahmat membawakan tausiyah berjudul “Semua Dimuliakan Oleh Allah! Harmoni Dalam Keberagaman”.
Ia menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghormati di tengah perbedaan sebagai bentuk pemuliaan terhadap sesama makhluk Allah SWT.
Dengan gaya penyampaian yang santun dan menyentuh, Rahmat menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial merupakan anugerah yang harus dijaga dalam semangat persaudaraan dan toleransi.
Tema keberagaman yang diangkat Rahmat dinilai selaras slogan “Mimika Rumah Kita”, yang menekankan komitmen kebersamaan dalam keberagaman.
Peneguhan nilai tersebut semakin kuat mengingat pada tahun 2025 lalu Kabupaten Mimika didaulat sebagai Kabupaten Terharmoni se-Indonesia berkat kehidupan masyarakatnya yang majemuk namun tetap rukun dan damai.
Penampilan Rahmat pun menjadi representasi nyata wajah Mimika sebagai rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat.
AKSI merupakan program realitas dan pencarian bakat religi yang telah tayang sejak 2013 dan kini memasuki edisi kesembilan.
Program ini memadukan konsep reality show dan variety show dengan tujuan melahirkan ustaz dan ustazah baru yang memiliki karakter unik dalam menyampaikan dakwah.
Pendaftaran AKSI 2026 dibuka secara daring sejak 17 November 2025 hingga 9 Januari 2026, dan dari ribuan pendaftar, terpilih 28 peserta terbaik untuk berkompetisi sepanjang Ramadhan 2026 yang disiarkan langsung setiap hari pukul 02.00 WIB.
Rahmat Dilla Efendi, LC, merupakan putra dari Ruslan Efendi dan Mahdalenah.
Saat dihubungi media ini, Minggu (22/2/2026), sang ibunda, Mahdalenah, mengaku bersyukur atas capaian putranya yang berhasil lolos sebagai peserta AKSI 2026.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena Rahmat bisa lolos dan tampil membawa nama Mimika di ajang nasional. Ini kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya haru.
Ia juga memohon dukungan dari seluruh pihak, khususnya Ketua MUI, Ketua DMI, PHBI, para ulama, serta umat muslim Kabupaten serta Pemerintah Kabupaten Mimika agar terus memberikan doa dan motivasi bagi Rahmat dalam setiap penampilannya.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Mimika, terutama para tokoh agama dan pemerintah daerah, agar anak kami bisa memberikan yang terbaik dan tetap lolos mengahurmkan Mimika,” tambahnya.
Kehadiran Rahmat sebagai perwakilan Timika menjadi bukti bahwa generasi muda Papua Tengah mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang dakwah yang menyejukkan dan membangun persatuan.
Melalui pesan “Semua Dimuliakan Oleh Allah”, Rahmat tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membawa misi moral untuk terus menggaungkan semangat harmoni, toleransi, dan kebersamaan dari Mimika untuk Indonesia.














