Timika, Torangbisa.com – Pasca insiden penembakan pesawat Smart Air oleh KKB di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, TNI bergerak cepat untuk memastikan keamanan penerbangan di Papua.
Melalui Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, TNI mempertebal pasukan pengamanan di 11 bandara perintis yang sempat ditutup sementara, guna menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, menegaskan bahwa pengamanan bandara perintis menjadi prioritas utama agar aktivitas penerbangan segera kembali normal. Langkah ini dilakukan dengan mengerahkan pasukan TNI serta didukung oleh masyarakat setempat.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari para kepala suku di Papua, yang menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kesigapan TNI.
Mereka menilai tindakan cepat TNI telah memberikan rasa aman, sekaligus menunjukkan komitmen negara hadir di tengah rakyat.
Keberhasilan TNI menjaga kondusifitas keamanan bandara juga diyakini akan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat lokal terhadap pelaku ekonomi lokal.
Bandara perintis memiliki peran yang sangat vital sebagai rantai suplai ekonomi, penghubung distribusi logistik, serta roda penggerak aktivitas perdagangan dan pembangunan di Papua.
Dengan pengamanan yang diperkuat, diharapkan 11 bandara perintis segera dibuka kembali, sehingga konektivitas udara kembali berjalan lancar dan masyarakat Papua dapat merasakan suasana yang lebih damai, aman, dan sejahtera.















