Sosial

Sambut Ramadan, KKJB Deklarasi Jawa Manunggal dan Kirab Seni Budaya

×

Sambut Ramadan, KKJB Deklarasi Jawa Manunggal dan Kirab Seni Budaya

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Jawa Manunggal dan Kirab Seni Budaya KKJB Mimika di Lapangan Pasar Lama, Sambut Ramadhan 1447 H (Foto : Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika menggelar Deklarasi Jawa Manunggal dan Kirab Seni Budaya dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan yang berlangsung di lapangan Eks Pasar Swadaya, Minggu (15/2/2026).

Dalam deklarasi tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, serta para Tokoh KKJB di Kabupaten Mimika.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau mengatakan bahwa kirab seni dan budaya yang dilaksanakan menjadi wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa.

“Kegiatan kirab seni dan budaya yang dilaksanakan pada hari ini menjadi wujud nyata kecintaan kita terhadap warisan budaya bangsa. Budaya adalah identitas, budaya adalah jati diri. Melalui pelestarian budaya, kita turut menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam membangun kebersamaan serta mempererat hubungan sosial antar sesama warga masyarakat.

Menurutnya, Ramadhan bukan hanya momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, kepedulian, serta solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi, kepedulian, serta solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan Deklarasi Jawa Manunggal dan kirab budaya ini, seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu di Kabupaten Mimika, diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan, menciptakan suasana yang kondusif, serta mendukung program-program pembangunan daerah demi kemajuan Kabupaten Mimika yang dicintai bersama.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat “Jawa Manunggal” sebagai semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan menjadi perekat untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika,” tutupnya.