Timika, (Torangbisa.com) – Ketua I DPP KKMU, Dr. Muhamad Yamin Noch, SE., M.SA, berharap pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI KKMU Kabupaten Mimika mampu melahirkan kepengurusan baru yang akomodatif dan mampu merangkul seluruh potensi warga Maluku Utara di tanah rantau.
Harapan tersebut disampaikan saat menghadiri Musda VI KKMU yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Rabu (11/02/2026).
Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merangkul seluruh elemen warga Maluku Utara, baik yang lahir di tanah leluhur maupun generasi penerus yang lahir dan besar di Papua, khususnya Mimika.
“Melalui Musda ke-6 KKMU Kabupaten Mimika ini diharapkan lahir pengurus baru yang mampu mengakomodir seluruh potensi anak negeri Maluku Utara, baik yang asli kelahiran maupun generasi berikutnya yang lahir di tanah rantau,” ujarnya.
Ia menegaskan, KKMU harus menjadi rumah besar bagi seluruh warga Maluku Utara di Mimika. Organisasi ini memiliki peran penting dalam merekatkan silaturahmi dan memperkuat persaudaraan, sehingga nilai kebersamaan tetap terjaga sebagai kekuatan utama komunitas.
Dr. Yamin juga mengakui dinamika dalam organisasi maupun paguyuban merupakan hal yang wajar. Namun, setiap aspirasi dan pandangan dari berbagai pilar harus tetap dihargai sebagai bagian dari proses demokrasi dan pendewasaan organisasi.
“Apa pun dinamika yang muncul, kita tetap menghargai aspirasi dari semua pihak. Justru melalui Musda ini menjadi momentum untuk kembali merangkul seluruh tatanan anak-anak negeri Maluku Utara,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kehadiran warga Maluku Utara di Mimika mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Mimika yang damai dan menjadi percontohan di tanah Papua.
Terkait visi dan misi ke depan, Musda dinilainya sebagai ruang strategis untuk melahirkan gagasan dan ide-ide besar dalam merajut potensi daerah, sekaligus memperkenalkan identitas serta jati diri Maluku Utara kepada generasi muda yang lahir di Papua Tengah, khususnya Mimika.
“Walaupun mereka tidak lahir di tanah leluhur, mereka harus mampu mengenali dan memahami identitas sebagai putra-putri Maluku Utara,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, saat ini sejumlah warga Maluku Utara telah berkontribusi melalui jalur legislatif maupun pemerintahan. Ke depan, peran tersebut diharapkan semakin diperkuat sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Di sinilah kita ingin merajut bahwa kehadiran warga Maluku Utara di Kabupaten Mimika benar-benar menjadi bagian dari kontribusi besar untuk mewujudkan Mimika yang lebih maju,” pungkasnya.















