Timika, Torangbisa.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika siap memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Nusantara Cahaya Imlek”.
Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk melibatkan masyarakat lintas etnis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ketua Panitia Imlek 2026 PSMTI Timika, Joesoef Kurniawan, menjelaskan bahwa perayaan Imlek tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa, yakni tahun 2577, yang lebih dari 500 tahun lebih maju dibandingkan kalender Masehi 2026.
“Dalam budaya Tionghoa, tahun ini dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Unsur api melambangkan semangat, keberanian, dan energi positif. Nilai-nilai inilah yang ingin kami hadirkan dalam seluruh rangkaian kegiatan Imlek 2026,” ujar Joesoef.
Ia mengungkapkan, rangkaian kegiatan akan dimulai pada 15, 16, dan 17 Februari 2026 dengan menggelar Festival Pasar Imlek yang berlokasi di Jalan Budi Utomo, depan Cafe Mulo. Festival ini akan diikuti oleh 40 pelaku UMKM yang disediakan stand secara gratis oleh panitia.
“Festival ini kami buat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di Timika. UMKM kita libatkan tanpa dipungut biaya, sehingga mereka bisa benar-benar merasakan manfaat dari perayaan Imlek,” jelasnya.
Selain festival, PSMTI Timika juga akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekretariat Yayasan Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT).
Joesoef menjelaskan, sebelum terbentuknya PSMTI, masyarakat Tionghoa di Timika tergabung dalam HPKT yang ruang lingkupnya masih bersifat lokal.
“PSMTI ini berskala nasional dan ada di seluruh Indonesia, sementara HPKT lebih fokus di Timika. Pembangunan gedung sekretariat ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan,” katanya.
Menariknya, semangat Harmoni Nusantara juga diwujudkan dalam unsur budaya lokal dan nasional, salah satunya melalui simbol kuda lumping yang digunakan sebagai logo, mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara.
Puncak perayaan Imlek 2026 rencananya akan digelar pada 3 Maret 2026 di Gedung Emeneme, bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh, yang secara tradisi menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek.
Pelayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kabupaten Mimika dipastikan berlangsung semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan secara matang oleh panitia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Acara Imlek 2577, Rusli Limpo.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini bisa menjadi ruang kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan kegembiraan bagi seluruh masyarakat Timika,” pungkas Joesoef.
Sementara itu, Koordinator acara, Rusli Limpo menjelaskan, perayaan Imlek tahun ini tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai sosial, budaya, dan kebersamaan lintas komunitas.
“Rangkaian perayaan Imlek 2577 ini kami bagi dalam beberapa kegiatan utama. Yang pertama adalah kunjungan kepada para sesepuh Tionghoa, yang sifatnya internal sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi,” ujar Rusli.
Kegiatan kedua sekaligus menjadi daya tarik utama adalah Festival Imlek 2577 yang akan digelar selama tiga hari, pada 15, 16, dan 17 Februari 2026.
Khusus tanggal 15 Februari yang jatuh pada hari Minggu, acara pembukaan akan dimulai pukul 14.00 WIT, sementara rangkaian kegiatan setiap harinya berlangsung hingga pukul 21.00 WIT.
Festival ini akan diramaikan dengan Pasar Imlek yang menghadirkan sekitar 40 stand, diisi oleh UMKM binaan Dekranasda, pelaku usaha lokal, serta berbagai pengusaha kuliner. Selain itu, panitia juga menggandeng sekitar 56 sponsor yang turut mendukung suksesnya acara.
“Di Festival Pasar Imlek ini kami juga menyiapkan panggung hiburan yang akan diisi oleh berbagai sekolah dan komunitas, sehingga benar-benar menjadi ruang ekspresi dan hiburan bagi masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya hiburan, Festival Imlek 2577 juga menghadirkan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, cek golongan darah, serta donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Selain itu, panitia juga menyediakan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, yang dikoordinir langsung oleh dr. Leo.
Atraksi budaya pun turut memeriahkan festival, mulai dari wushu, barongsai, hingga berbagai pertunjukan seni yang dikemas dalam konsep Pasar Imlek sebagai bagian dari rangkaian kedua perayaan Imlek tahun ini.
Rangkaian ketiga adalah peletakan batu pertama pembangunan Gedung Yayasan Peduli Kasih Tionghoa, yang direncanakan berlangsung sekitar 28 Februari 2026 di Jalan Budi Utomo ujung.
Sementara itu, puncak perayaan Imlek 2577 akan digelar pada 3 Maret 2026 di Gedung Emeneme, sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini.
Rusli juga mengungkapkan, pengisi acara Festival Pasar Imlek akan melibatkan berbagai sekolah dan komunitas, di antaranya SMP Bernadus, SD Sion Timika Indah, SMP Sion Timika Indah, Simponi Kids Kuala Kencana, SD Kalam Kudus, komunitas Wushu, serta Viktoring Modeling yang akan menampilkan fashion show. Acara juga akan dimeriahkan dengan stand up comedy dan doorprize dengan hadiah-hadiah menarik dari para sponsor.
“Kami berharap seluruh rangkaian Imlek 2577 ini bisa menjadi ajang kebersamaan, hiburan, dan kepedulian sosial bagi seluruh masyarakat Timika,” pungkas Rusli.















