Timika, Torangbisa.com – Upaya mencetak generasi muda yang mandiri dan berjiwa wirausaha terus digalakkan di Kabupaten Mimika.
Bertempat di Kantor PT Telkomsel Timika, Minggu (8/2/2026), digelar pelatihan bisnis modal nol yang diikuti oleh para pemuda, khususnya siswa SMK dari berbagai sekolah di Mimika.
Kepala SMK Negeri 2 Mimika, Slamet, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan lulusan SMK yang tidak selalu langsung terserap di dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“SMK itu dididik untuk bekerja, tapi kenyataannya tidak semua lulusan langsung dapat pekerjaan. Karena itu, kami menyiapkan mereka agar sejak masih sekolah sudah bisa berbisnis,” ujar Slamet.
Ia menegaskan, pelatihan ini bertujuan agar para siswa memiliki usaha sendiri setelah lulus, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan memperoleh penghasilan secara mandiri. Menariknya, konsep yang diusung adalah berbisnis tanpa modal uang.
“Selama tiga hari praktik pelatihan, kami buktikan bahwa untuk memulai bisnis itu tidak harus punya uang. Modalnya nol. Anak-anak bisa ditanya sendiri, kemarin modalnya nol, sekarang sudah pegang ratusan ribu rupiah. Kalau itu diputar terus, dalam 10 sampai 20 hari bisa jadi jutaan, asal jualan tiap hari,” jelasnya.
Slamet berharap, usaha yang dirintis para peserta dapat terus berlanjut meskipun dimulai dari skala mikro. Menurutnya, yang terpenting adalah siswa sudah memiliki penghasilan dan pengalaman berwirausaha sejak dini.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. Siswa yang dinilai rajin dan mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir mendapatkan bantuan untuk memulai usaha, baik dari sekolah maupun pihak terkait lainnya.
“Ini kesempatan langka karena semuanya gratis. Kalau tidak dimanfaatkan, sangat rugi,” tegas Slamet.
Peserta pelatihan kali ini berasal dari SMK Negeri 2 Mimika dan SMK Negeri 6 Mimika, sementara SMK lainnya akan menyusul pada jadwal berikutnya. Program ini bersifat pilihan, bukan wajib, namun ditujukan bagi siswa dan remaja yang ingin menekuni dunia wirausaha.
Koordinasi kegiatan dilakukan melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) agar seluruh SMK di Mimika dapat berpartisipasi. Program ini juga telah diketahui dan berada di bawah koordinasi dinas terkait.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak pemuda Mimika yang berani terjun ke dunia usaha, mandiri secara ekonomi, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.














