TIMIKA, (Torangbisa.com) — Kepemimpinan Bupati Mimika Johannes Rettob dinilai semakin kuat dan efektif. Hal tersebut tercermin dari soliditas Bupati dan Wakil Bupati Emanuel Kemong bersama Forkopimda Kabupaten Mimika yang terus terjaga dalam berbagai agenda pemerintahan, pembangunan, hingga pengelolaan stabilitas daerah.
Kekompakan antara kepala daerah dan Forkopimda yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta instansi vertikal lainnya, menunjukkan sinergi yang sehat dalam menjaga keamanan serta mendukung kelancaran roda pemerintahan.
Forkopimda Mimika kerap tampil solid dan satu suara dalam menyikapi berbagai dinamika sosial, politik, maupun isu-isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat. Kondisi ini dinilai sebagai cerminan kepemimpinan yang inklusif dan komunikatif.
Soliditas tersebut tidak terlepas dari gaya kepemimpinan Bupati Johannes Rettob yang konsisten mengedepankan komunikasi serta kerja sama lintas sektor. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan pentingnya prinsip dasar dalam birokrasi pemerintahan.
“Sebagai ASN, kita wajib memegang prinsip 3K, yakni koordinasi, kolaborasi, dan komunikatif. Tiga hal ini menjadi kunci utama agar pemerintahan berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tegas Johannes Rettob.
Menurutnya, koordinasi yang baik dapat mencegah tumpang tindih kebijakan, kolaborasi memperkuat kinerja antarinstansi, sementara sikap komunikatif menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan, baik di internal pemerintahan maupun dengan masyarakat.
Penerapan prinsip 3K tersebut dinilai selaras dengan kondisi Forkopimda Mimika yang saat ini solid dan harmonis.
Berbagai program prioritas daerah mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pengamanan agenda nasional dan daerah dapat berjalan optimal berkat koordinasi dan kolaborasi yang terbangun dengan baik.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Rakornas Kepala Daerah, Pengamat Politik, Univ Al Azhar Indonesia Prof. Ujang Komarudin, M.Si. yang juga Founder Literasi Politik Indonesia (LPI) menilai kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat soliditas antara pemerintah pusat dan daerah.
“Saya melihat solidaritas antar kepala daerah itu sudah terbangun sejak retreat. Saat itu mereka kompak, kemudian kembali ke daerah masing-masing, dan Rakornas di Sentul menjadi momentum mempertemukan kembali kebersamaan tersebut,” ujar Ujang kepada Torangbisa.com, Selasa (3/2), melalui pesan WhatsApp.
Ia mengatakan, para kepala daerah memiliki visi dan keinginan yang sejalan dengan Presiden, yakni membangun bangsa dari daerah.
“Rakornas menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, kepentingan, serta gerak langkah agar seluruh kepala daerah dapat bekerja optimal demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Menurut Ujang, kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah terlihat jelas, terutama dalam pelaksanaan program-program prioritas Presiden yang dijalankan di daerah dengan kepala daerah sebagai eksekutor utama.
“Ketika pusat dan daerah kompak dan bersatu, itu menjadi cerminan penting bahwa kemajuan Indonesia hanya bisa dicapai jika Presiden dan para kepala daerah berjalan bersama dalam satu tujuan,” beber Ujang yang juga Eks juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO).
Dengan fondasi Forkopimda yang solid serta keselarasan visi antara pemerintah pusat dan daerah, Kabupaten Mimika diyakini memiliki modal kuat untuk mendorong percepatan pembangunan sekaligus menjaga stabilitas daerah secara berkelanjutan.














