Timika, Torangbisa.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Timika merilis data kejadian Search and Rescue (SAR) yang telah ditangani selama tiga tahun terakhir. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna, S.H., M.M, menyampaikan bahwa kecelakaan kapal masih menjadi kasus yang paling sering terjadi di wilayah Mimika dan sekitarnya.
Menurutnya, sepanjang tahun 2024, Basarnas Timika menangani sebanyak 20 kejadian kecelakaan kapal, sementara untuk kecelakaan pesawat udara tidak tercatat sama sekali.
“Untuk tahun 2024, kami mencatat adanya 20 kejadian kecelakaan kapal, sementara untuk kecelakaan pesawat udara tidak ada. Selain itu, terdapat 1 kejadian bencana, serta 5 kondisi yang membahayakan manusia,” jelasnya.
Memasuki tahun 2025, Basarnas kembali melakukan sejumlah operasi penyelamatan dengan jumlah kasus yang masih cukup tinggi. Tercatat terdapat 1 kejadian kecelakaan pesawat udara dan 18 kejadian kecelakaan kapal.
“Untuk kejadian bencana tidak tercatat, dan kondisi membahayakan manusia ada 4 kejadian. Sementara itu, untuk laka dengan penanganan khusus juga tidak ada,” lanjut Suyatna.
Sementara itu, pada tahun berjalan 2026, jumlah kejadian SAR yang ditangani hingga saat ini masih relatif sedikit. Basarnas Timika mencatat belum ada kecelakaan pesawat udara maupun laporan kondisi membahayakan manusia.
“Di tahun 2026 hingga saat ini, tidak ada kejadian kecelakaan pesawat udara. Namun, terdapat 2 kejadian kecelakaan kapal. Sedangkan untuk bencana maupun kondisi membahayakan manusia belum ada laporan yang masuk,” ungkapnya.
Basarnas Timika menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat respons cepat, serta memastikan keselamatan masyarakat dalam menghadapi setiap potensi kejadian SAR di wilayah Mimika dan sekitarnya.














