Timika, Torangbisa.com – Forum Komunikasi Masyarakat Ning Vatnim (FKMN) Kabupaten Mimika merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 yang berlangsung secara sederhana di Wisata Pelangi Waterpark Kilometer 8, Jumat (30/01/2026).
Perayaan HUT ke-6 FKMN Mimika mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk Membangun Mimika dalam Semboyan Ain Ni Ain sebagai Falsafah Hidup Orang Kei di Kabupaten Mimika”, dengan subtema “Dengan Semangat HUT FKMN Kabupaten Mimika ke-6 Tahun 2026, FKMN Berkomitmen Menjadi Mitra Kerja Pemerintah Kabupaten Mimika Wujudkan Generasi Emas Papua Tahun 2026 dalam Bingkai Eme Neme Yauware.”
Ketua FKMN Kabupaten Mimika, Marvei Dangeubun, SH, MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa perayaan HUT ke-6 ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia enam tahun.
“Pada hari ini kami Forum Komunikasi Masyarakat Ning Vatnim Kabupaten Mimika merayakan HUT ke-6 dalam bentuk sederhana sebagai ungkapan syukur. HUT FKMN sesungguhnya jatuh pada tanggal 18 Januari, namun karena berbagai pertimbangan, baru dapat kami laksanakan hari ini, 30 Januari,” ujar Marvei.
Ia menjelaskan, FKMN merupakan wadah yang menghimpun seluruh keluarga besar masyarakat Kei yang berada di Kabupaten Mimika agar tetap terjalin rasa kekeluargaan dan kebersamaan.
“Organisasi ini hadir untuk merangkul seluruh keluarga yang ada di Timika, dengan tujuan agar ke depan kita tetap saling menjaga, saling membantu satu dengan yang lain, terutama dalam menghadapi berbagai kesulitan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marvei menegaskan bahwa FKMN juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Kabupaten Mimika.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga agar Kabupaten Mimika tetap aman dan damai, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. Itu menjadi harapan besar kami ke depan,” tambahnya.
Melalui momentum HUT ke-6 ini, FKMN Mimika menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta mewujudkan generasi emas Papua yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.















