Religi

HAB ke-80 Kemenag RI, Kakan Kemenag Mimika Ajak Umat Jaga Kerukunan dan Persaudaraan

×

HAB ke-80 Kemenag RI, Kakan Kemenag Mimika Ajak Umat Jaga Kerukunan dan Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Kepala kantor kementerian agama (kemenag) kabupaten mimika, Gabriel rettobyaan. Saat diwawancarai awak media (Yani/torangbisa)

Timika, Torangbisa.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, mengajak seluruh umat beragama untuk terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan, kerukunan, dan sinergi sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan yang damai dan maju, bertepatan dengan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam resepsi peringatan HAB ke-80 yang digelar pada 5 Januari 2026, Gabriel menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan ungkapan rasa syukur dan kegembiraan, setelah seluruh rangkaian kegiatan resmi HAB Kemenag dilaksanakan pada 3 Januari 2026.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Bapak dan ibu yang kami cintai dan kasihi, semua umat beragama di mana pun berada yang mendengar suara saya, mudah-mudahan ini menjadi suara yang menyejukkan, membahagiakan, dan menanamkan nilai-nilai persaudaraan,” ujar Gabriel.

Ia menjelaskan, HUT ke-80 Kementerian Agama mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema tersebut, menurutnya, merupakan pesan yang sangat penting karena perdamaian dan kemajuan tidak akan dapat terwujud tanpa landasan kerukunan dari seluruh elemen masyarakat.

“Apapun bentuk damai dan kemajuan, jika tidak dilandasi dengan kerukunan, maka segala sesuatu tidak akan berjalan,” tegasnya.

Gabriel menekankan bahwa agama harus menjadi kekuatan dan fondasi hidup seluruh umat beragama. Melalui nilai-nilai agama, manusia diajak untuk menyadari bahwa alam merupakan bagian dari kehidupan yang harus dijaga dan dirawat, karena akan berdampak langsung pada relasi antar sesama manusia.

Pada usia ke-80 tahun ini, ia berharap Kementerian Agama semakin eksis dan berprestasi, baik dalam pengelolaan pendidikan keagamaan maupun dalam penguatan Indeks Kerukunan Umat Beragama, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Papua pada umumnya dan Kabupaten Mimika pada khususnya.

“Cinta akan negeri ini membuat kami merasa bahwa tidak ada yang membedakan saya dengan saudara saya, meskipun berbeda keyakinan dan latar belakang. Kemanusiaanlah yang membuat kita merasa sebagai satu saudara,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Manusia tidak diberi kewenangan untuk menghilangkan perbedaan, melainkan diberi amanah untuk hidup berdampingan, berjalan bersama, dan saling menjaga sebagai saudara.

Dalam pesannya, Gabriel mengajak masyarakat untuk menyapa perbedaan dengan semangat persahabatan. Menurutnya, Tuhan dalam menyapa umat-Nya di berbagai kitab suci selalu menyebut dengan sebutan sahabat, yakni relasi yang dilandasi empati dan kebersamaan dalam suka maupun duka.

Selain itu, ia juga menyampaikan rasa syukur atas berbagai penghargaan yang telah diterima Kabupaten Mimika di awal tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan dan kebersamaan telah lama ditanamkan oleh para leluhur dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya.

“Nilai persaudaraan ini adalah aset dan anugerah yang harus terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi, agar Mimika tetap menjadi daerah yang toleran, rukun, dan damai,” katanya.

Menutupnya, Gabriel mengajak seluruh masyarakat untuk menularkan kegembiraan dan semangat persaudaraan kepada sesama.

“Semoga kegembiraan ini dapat membantu kita semua untuk saling menularkan cahaya kegembiraan kepada semua orang,” pungkasnya.

Religi

Timika, Torangbisa.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, memaparkan arah dan fokus program Kemenag Mimika tahun 2026 yang akan dijalankan di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan rasionalisasi pemerintah. Saat di wawancara diruang kerjanya. Kamis, (8/1/2026).

Pemerintahan

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Perayaan Natal 2025 dan Syukuran Tahun Baru 2026 bersama Pemda, TNI–Polri, serta masyarakat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, sebagai wujud syukur sekaligus refleksi iman dalam menyongsong tahun yang baru. Yang berlangsung di Gedung eme neme yauware, Senin (5/1/26).