Timika, Torangbisa.com – Bagi masyarakat Kamoro di Kampung Nawaripi, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya soal upacara dan lomba rakyat.
Setiap tahun, termasuk pada HUT ke-80 kali ini, mereka juga mengenang jasa dua putra terbaik Nawaripi, Yohanes Aikawe dan Leo Urumami yang turut berjuang mempertahankan Merah Putih di tanah Papua.
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, mengatakan bahwa sebagai bentuk penghormatan, warga setiap tahun memasang ribuan bendera merah putih di berbagai sudut kampung hingga ke pusat wisata Paieve Mile 21.
Tradisi ini sudah berlangsung selama lima tahun dan menjadi simbol bahwa semangat kedua tokoh tersebut tetap hidup di hati generasi penerus.
“Pengibaran bendera dalam jumlah besar ini adalah cara kami mengingat dan mengajarkan kepada anak cucu bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan. Kami berharap negara memberi penghargaan yang lebih tinggi kepada kedua tokoh ini,” ujar Norman
Dulu, Yohanes dan Leo ikut membantu TNI dalam masa pergerakan di Papua, bahkan ikut mengibarkan bendera merah putih di tengah situasi sulit. Atas jasanya, Presiden Soeharto pernah memberikan piagam penghargaan. Warga berharap, di era Presiden Prabowo, status mereka sebagai pejuang dapat ditingkatkan menjadi gelar resmi pejuang bangsa.
Selepas masa perjuangan, keduanya masih mengabdi pada masyarakat. Yohanes Aikawe pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Fakfak dan kemudian menjabat sebagai Kepala Kampung Nawaripi pertama. Sementara Leo Urumami menjadi Ketua Yayasan Yomako yang bergerak di bidang pendidikan.
Bagi warga Nawaripi, perjuangan Yohanes dan Leo adalah warisan berharga. Mereka bukan hanya tokoh masa lalu, tetapi teladan yang membuat Merah Putih terus berkibar, tak hanya di tiang bendera, tetapi juga di hati setiap warga.














